Polisi di Yerusalem timur menembak mati seorang warga berkebutuhan khusus karena mengira dia membawa sebuah pistol, Sabtu (30/5).
"Unit polisi yang sedang berpatroli di sana melihat seorang yang diduga membawa barang yang dicurigai pistol," bunyi pernyataan tertulis polisi Israel yang dikutip AFP.
"Mereka meminta tersangka berhenti dan mengejarnya. Saat pengejaran, para petugas melepas tembakan ke arah tersangka sehingga dilumpuhkan.
"Tidak ditemukan senjata di sekitar lokasi," kata pernyataan itu.
Beberapa hari belakangan terjadi peningkatan kekerasan di Jerusalem timur dan Tepi Barat yang diduduki, meski belum separah yang terjadi pada 2015-2016 ketika pasukan keamanan Israel kesulitan menghentikan gelombang serangan lone wolf yang tidak berkaitan dengan kelompok tertentu.
Sebelumnya pada Senin (25/5) polisi Israel menembak dan melukai seorang pria yang mencoba menusuk seorang petugas di Yerusalem timur.
Muncul kekhawatiran rencana Israel mengambil keuntungan dari lampu hijau yang dikeluarkan Presiden AS Donald Trump untuk mencaplok wilayah Tepi Barat akan memicu kekerasan lebih besar lagi. (AFP)
0 comments:
Post a Comment